Senin, 06 Februari 2012

KARYA TULIS ILMIAH

Dampak Kelangkaan Air Bersih bagi Kesehatan Masyarakat
Oleh
Ringga Rahmi Prima
1110332037

Abstrak
Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup termasuk manusia.Terutama bagi kesehatan masyarakat.termasuk manusia.Keadaan lingkungan saat ini yang cenderung berganti membuat kelangkaan air bersih tidak tertahankan lagi.Untuk itu kita perlu melakukan upaya penanggulangan kelangkaan air.

Kata kunci
Air,kelangkaan,linkungan,bersih

1. Pendahuluan
Ketersediaan air bersih sangat penting dalam pembangunan berkesinambungan, upaya mengurangi kemiskinan, dan peningkatan kesehatan masyarakat.
a. Masalah
Dampak dari kelangkaan air bersih bagi kesehatan masyarakat
b. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut
1. Mengetahui pentingnya air bagi kehidupan manusia
2. Mengetahui penyebab kelangkaan air bersih
3. Mengetahui dampak dari kelangkaan air bersih bagi kehidupan
4. Mengetahui penanggulangan kelangkaan air bersih
Sedangkan manfaat dari penulisan karya ilmiah ini yakni,kita dapat mengetahui langkah yang dapat diterapkan untuk mengatasi ketersediaan air bersih agar dapat mengurangi dampak dari kelangkaan air bersih bagi kesehatan manusia.

2. Inti Tulisan
a. Metode Penelitian
Metode penelitian karya ilmiah ini menggunakan kajian pustaka dari berbagai sumber.
b. Hasil dan pembahasan
I. Pentingnya Air bagi Kehidupan
Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup termasuk manusia. Air juga sangat diperlukan oleh kegiatan komersial seperti kegiatan industri, pertanian, perikanan dan usaha perkotaan lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organic. Pemandangan seperti ini kita jumpai pada aliran sungai atau dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang terpolusi.
Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti menbutuhkan air. Air bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. Banyak manfaat yang diberikan air untuk makhluk hidup.Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami.


Sumber air bersih
Sifat dan bentuk standar air minum mungkin bervariasi antara berbagai negara dan wilayah.Tidak ada pendekatan tunggal yang ditetapkan secara universal.Dalam menyusun dan menerapkan standar air minum,peranan terkait air dan kesehatan yang berlaku dann yang direncanakan serta pemerintah lokal harus diperhitungkan dan kemampuan untuk menyusun dan menerapkan regulasi harus diukur.(Widyaastuti.2011: 3)
Ketersediaan air berhubungan dengan berapa banyak air yang dapat dimanfaatkan dibandingkan dengan kebutuhannya.Waduk menjadi salah satu penjaga ketersediaan air bersihAir tawar, sebagai air bersih, bersumber dari curah hujan yang kemudian tertampung pada danau, situ, sungai, maupun cekungan air tanah. Indonesia memiliki lebih dari 500 danau dengan danau Toba, sebagai danau terluas yang memiliki luas lebih dari 110 ribu hektar. Cekungan air di Indonesia diperkirakan mempunyai total volume sebesar 308 juta meter kubik.
Sumber air bersih antara lain :
• Sungai
Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.
• Curah hujan
Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir
• Air permukaan dan air bawah tanah
II. Penyebab kelangkaan air bersih
Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami.
Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila :
I. Kadarnya melebihi batas normal
II. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.
Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.
Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan, setidaknya diusahakan mendekati persyaratan tersebut.
1. Syarat fisik.Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara diluarnya sehingga dalam kehidupan sehari-hari.
2. Syarat bakteriologis Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

3. Syarat kimia .Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu didalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang sehat dan memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu mata air atau sumur yang ada di pedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk yang menggunakan air tersebut.
Pengolahan air minum

Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut:
1. Pengolahan Secara Alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air sungai, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

2. Pengolahan Air dengan Menyaring
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

3. Pengolahan Air dengan Menambahkan Zat Kimia
Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnya klor (Cl).

4. Pengolahan Air dengan Mengalirkan Udara
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.
5. Pengolahan Air dengan Memanaskan Sampai Mendidih
Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari konsumennya, pengolahan air pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni:
• Pengolahan Air Minum untuk Umum
• Penampungan Air Hujan. Air hujan dapat ditampung didalam suatu dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk umum. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran-saluran keluar untuk pengambilan air untuk umum. Air hujan baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampungan tersebut secara bakteriologik belum terjamin untuk itu maka kewajiban keluarga-keluarga untuk memasaknya sendiri misalnya dengan merebus air tersebut.

6. Pengolahan Air Sungai
Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

7. Pengolahan Mata Air
Mata air yang secara alamiah timbul di desa-desa perlu dikelola dengan melindungi sumber mata air tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

8. Pengolahan Air Untuk Rumah Tangga
Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali.
Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut:
• Harus ada bibir sumur agar bila musim huujan tiba, air tanah tidak akan masuk ke dalamnya.
• Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari ppermukaan tanah harus ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur.
• Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bbawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan.
• Sebagai pengganti kerikil, ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zat yang dapat membentuk endapan, misalnya aluminium sulfat (tawas).
• Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.

9. Air Hujan
Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing¬masing melalui aliran talang. Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau.
Dapat disimpulkan cara pengolahan air yakni:
• Menggodok atau mendidihkan air, sehingga semua kuman¬kuman mati. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat dilakukan secara besar-besaran.
• Dengan menggunakan zat-zat kimia seperti gas chloor, kaporit, dan lain-lain. Cara ini dapat dilakukan secara besar¬besaran, cepat dan murah.


III. Dampak dari kelangkaan air bersih bagi kehidupan
Krisis air bersih yang berkepanjangan menyebabkan dampak yang buruk pada segala hal. Dalam masalah kekurangan air, negara-negara miskin paling banyak merasakan dampaknya. Negara-negara ini membutuhkan air dalam jumlah besar untuk bidang irigasi, domestik dan industri. Air adalah kebutuhan mendasar manusia, tanpa air lingkungan akan kering dan manusia akan mati. Ada beberapa penyebab merebaknya masalah krisis air ini, salah satunya kegagalan beberapa negara untuk meregulasi, mengatur dan menjaga kelestarian air, selain itu juga pertumbuhan populasi penduduk yang semakin meningkat. Penggunaan sumber air bawah tanah yang tak terbatas juga memicu krisis air. Selama ini, manusia telah memanfaatkan air sebagai satu-satunya “benda” yang tak dapat tergantikan oleh benda lain. Namun usaha untuk penyediaan air bersih belum banyak dilakukan. Bisa dibayangkan jika manusia di seluruh bumi ini terus-menerus mengonsumsi air tanpa ada yang peduli terhadap kelestariannya.Parahnya masalah ketersediaan air bersih ini menimbulkan masalah yang pelik pada sektor kesehatan. Setidaknya ada 20-30 jenis penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang hidup dalam air. Penelitian WHO mengenai penyediaan air bersih dan sanitasi dengan kesehatan, mengemukakan beberapa penyakit lain seperti : kolera, hepatitis, polimearitis, typoid, disentrin trachoma, scabies, malaria, yellow fever, dan penyakit cacingan.
Di Indonesia terdapat empat dampak kesehatan besar disebabkan oleh pengelolaan air dan sanitasi yang buruk, yakni diare, tipus, polio dan cacingan. Penyakit yang paling sering menyerang saat krisis air bersih melanda adalah diare. Penyakit yang juga populer dengan nama muntah berak (muntaber) ini bisa dikatakan sebagai penyakit endemis di Indonesia, artinya terjadi terus-menerus di semua daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Diare yang disertai gejala buang air terus menerus, muntah dan kejang perut sering dianggap bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pertolongan medis. Diare memang jarang sekali yang mengakibatkan kematian, namun tidak boleh dianggap remeh. Kelangkaan air bersih dan gaya hidup yang jorok adalah penyebab dari penyakit ini.
IV. Penanggulangan kelangkaan air bersih
DiIndonesia,liputan Penyediaan air bersih telah mulai diperbaiki sejak PelitaI.Perbaikan ini dimulai dengan liputannya.Indonesia memulainya dengan melakukan rehabilitasi fasilitas yang ada,dan kemusian dilakukan pembangunan fasilitasbaru.Sampai tahun 1990,Penyediaan Air Bersih (PAB) dikelola oleh dua departemen utama,yakni,Departemen Pekerjaan Umum untuk masyarakat Perkotaan dan Departemen Kesehatan untuk masyarakat daerah pedesaan.( Slamet.2009: 83)

Cara atau upaya yang dapat kita lakukan antara lain:
• Mencari sumber air baru (air tanah, air danau, air sungai, dan sebagainya)
• Mengolah dan menawarkan air laut atau sumber air yang berkadar garam tinggi.
• Mengolah dan memurnikan kembali air kotor (air tercemar) baik yang berada di sungai, di danau, ataupun pada tempat-tempat lainnya yang memungkinkan. Mengolah dan memurnikan air hujan

III. Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan
Air merupakan sumber kehidupan,tanpa air kita tidak akan bisa melakukan aktifitas dengan baik. Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup termasuk manusia. Terutama bagi kesehatan masyarakat .Keadaan lingkungan saat ini yang cenderung berganti membuat kelangkaan air bersih tidak tertahankan lagi.Untuk itu kita perlu melakukan upaya penanggulangan kelangkaan air.
3. 2 Saran
Kelangkaan air merupakan jhal yang berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup kita untuk itu diharapkan agar kita dapat menghemat pemakaian air,menanam pohon yang merupakan salah satu sumber air. serta melakukan usaha –usaha lainya.


DAFTAR KEPUSTAKAAN
Apriningsih,danP.Widyaastuti.2011.Pedoman Mutu Air Minum.Jakarta:EGC.
“Kelangkaan Air Bersih” dalam http://baitullah.unsri.ac.id/2011/06/krisis-air- mengancam-dunia/.Senin, 26 April 2010.diakses ,Desember 2011.
“Krisis Air Bersih di Indonesia..”Dalam http://mandaazzahra.wordpress.com/2008/06/10/krisis-air-bersih-di- indonesia/ .June 10, 2008.diakses ,Desember 2011.
“Makalah biologi tentang polusi air”dalam http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/09/13/makalah-biologi- tentang-polusi-air/.September 13, 2008 .diakses, Desember 2011.
“Masalah dan upaya pemecahannya (Perbandingan dengan upaya pemecahannya di Jepang)”dalam PUSAT PENELITIAN GEOTEKNOLOGI.htm.diakses, 6/12/2011.
“Masalah, Tantangan, dan Peluang Pengelolaan Air Bersih DKI Jakarta”dalam http://sayabermainkata.wordpress.com/2011/03/28/masalah-tantangan- dan-peluang-pengelolaan-air-bersih-studi-kasus-kelangkaan-air- bersih-dan-penurunan-tanah-di-dki- jakarta/.diakses Desember 2011.
“Menggunakan Sumber Daya Alam dengan Bijak untuk Pembangungan yang Berkesinambungan” dalam AirdanLingkunganHidup.aspx.htm.diakses, Selasa,6/12/2011 16.00 WIB.
Notodarmojo,Suprihanto.2005.Pencemaran Air Tanah.Bandung:ITB.
“Penyediaan Air Bersih dan Sehat” dalam http://www.smallcrab.com/makanan- dan-gizi/609-penyediaan-air-bersih-dan-sehat.diakses,Desember 2011.
Slamet,JuliSoemirat.2009.KesehatanLingkungan.Bandung:GajahMada University Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar